Selasa, 08 Maret 2011

Gedung Baru Mulai Lelang

Jakarta, Kompas
- Meskipun dikritik sejumlah kalangan, Dewan Perwakilan Rakyat tetap melanjutkan niatnya membangun gedung baru. Diharapkan proses lelang pembangunan gedung setinggi 36 lantai dan berbiaya sekitar Rp 1,3 triliun tersebut dapat dimulai bulan Maret ini.

”Kelengkapan dan persiapan lelang masih dipersiapkan. Jika bulan ini proses lelang dapat dimulai, diharapkan pada Mei dapat dilakukan peletakan batu pertama gedung itu,” kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Pius Lustrilanang, Senin (7/3) di Jakarta.

Gedung baru DPR yang berbentuk gerbang tersebut awalnya akan dibangun dengan biaya Rp 1,8 triliun, tetapi menuai kritik dari berbagai kalangan. Anggaran itu kemudian diturunkan hingga Ketua DPR Marzuki Alie berharap anggaran pembangunan dapat di bawah Rp 1 triliun.

Namun, Pius menegaskan, sampai sekarang belum diketahui anggaran pasti pembangunan gedung itu. ”Hitungan akhir, untuk pembangunan fisik butuh Rp 1,1 triliun. Sisanya tinggal anggaran untuk penyediaan furnitur dan sistem keamanan,” ungkap Pius, politisi dari Fraksi Partai Gerindra.

Tentang sikap Partai Gerindra yang resmi menolak pembangunan gedung tersebut, Pius menyatakan, keputusan di DPR diambil dengan suara mayoritas. ”Mayoritas fraksi di DPR setuju dengan pembangunan gedung itu. Jika ada suara minoritas yang tidak setuju, mereka harus menghormati suara mayoritas,” katanya.

Namun, Refrizal, anggota BURT dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menegaskan, kesembilan fraksi di DPR setuju dengan pembangunan gedung baru tersebut. ”Semua fraksi hadir di rapat dan semua menyatakan setuju,” kata Refrizal terkait dengan rapat BURT pada Sabtu dan Minggu (6/3) di Wisma DPR Kopo, kawasan Puncak, Bogor.

M Toha, anggota BURT dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, menambahkan, pembangunan gedung baru DPR menjadi salah satu agenda rapat BURT di Wisma DPR Kopo.

Sementara itu, Uchok Sky Khadafi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai DPR telah melakukan kebohongan terhadap publik dalam rencana pembangunan gedung baru tersebut.

Kebohongan pertama terkait dengan alasan awal pembangunan gedung yang disebut berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum karena gedung DPR miring 7 derajat. Namun, rekomendasi Kementerian PU ternyata tidak mengatakan hal itu. Kementerian PU hanya merekomendasi perbaikan teknik biasa, misalnya dengan pemasangan angkur di antara dinding dan balok supaya kolom yang retak tidak roboh.

Kebohongan kedua menyangkut biaya pembanguan gedung yang dikabarkan di bawah Rp 1 triliun. Padahal, berdasarkan rapat BURT dan Sekretaris Jenderal DPR diketahui, pagu anggaran pembangunan gedung itu untuk tahun 2011 mencapai Rp

800 miliar dan Rp 616,768 miliar untuk tahun 2012. Dengan demikian, anggaran yang disiapkan Rp 1,4 triliun. Anggaran itu tidak termasuk anggaran tahun 2010 yang mencapai Rp 250 miliar.

”Kami minta pembangunan gedung baru DPR dibatalkan karena meski baru rencana, sudah dipenuhi kebohongan terhadap publik,” kata Uchok. Dia mengatakan, para anggota DPR dapat dituding telah kehilangan nurani jika tetap ngotot membangun gedung baru untuk mereka.

”Jika anggaran pembangunan gedung itu Rp 1 triliun, dan itu dibagi rata untuk 560 anggota DPR, berarti biaya rata-rata untuk setiap anggota DPR adalah Rp 1,78 miliar. Jika anggarannya Rp 1,8 triliun, berarti biaya untuk setiap anggota DPR Rp 3,2 miliar, setara harga rumah mewah di Jakarta,” tutur Uchok.
NWO)

POLITIK JEPANG : Menlu Jepang Mundur karena Donasi Ilegal



Tokyo, Senin
- Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara mengundurkan diri, Minggu (6/3) malam, karena diketahui menerima donasi politik ilegal dari seorang warga negara asing. Partai Demokrat Jepang turut tercoreng, demikian pula kepemimpinan Perdana Menteri Naoto Kan.

Namun, Perdana Menteri Kan, Senin di Tokyo, menolak mengundurkan diri. Kan sebelumnya berjanji bahwa Partai Demokrat dan pemerintahan Jepang di bawahnya akan mengikis politik uang dalam politik dan pemerintahan Jepang.

Maehara (48) praktis terjungkal dari dunia politik Jepang. Padahal, ia diperkirakan akan menggantikan Kan sebagai Perdana Menteri Jepang berikutnya. Maehara menjabat sebagai menteri luar negeri selama enam bulan terakhir.

Minggu malam ia mengatakan mundur setelah mengakui telah menerima donasi politik dari seorang warga negara asing. Menerima donasi politik dari warga negara asing adalah sebuah pelanggaran hukum berat di Jepang.

Maehara mengakui menerima sumbangan dana politik sebesar 250.000 yen (sekitar Rp 27 juta) dalam beberapa tahun terakhir. Dana itu diterimanya dari seorang perempuan keturunan Korea yang hampir sepanjang hidupnya tinggal di Jepang. Perempuan Korea itu, sama seperti sejumlah keturunan Korea lain, telah lama tinggal di Jepang, tetapi tak pernah berhasil menjadi warga negara Jepang.

Maehara mengatakan, ia dan perempuan Korea berusia 72 tahun itu berteman sejak lama.

Seorang politikus oposisi mengajukan tuduhan itu akhir pekan lalu. Pengakuan Maehara merongrong tekad Kan untuk memberantas ”politik uang”.

Minta maaf

”Saya minta maaf kepada rakyat. Saya mengundurkan diri karena memunculkan rasa tidak percaya terkait dengan politik uang walau saya bertekad mengupayakan politik bersih,” ungkap Maehara. ”Sangat disesalkan, saya telah menciptakan masalah karena kesalahan sendiri.”

Perdana Menteri Kan, yang sudah tidak populer, semakin tidak populer karena skandal itu. Namun, ia menolak mengundurkan diri. Belum jelas bagaimana Kan hendak mengatasi kebuntuan politik. Pemerintah Jepang sedang bergelut untuk mengimplementasikan kebijakan pengurangan utang publik yang besar yang harus mendapatkan persetujuan dari parlemen.

”Menjalankan tugas pemerintahan selama masa empat tahun, kemudian membiarkan rakyat memberikan keputusan saat pemilu merupakan pilihan terbaik bagi rakyat,” kata Kan pada sebuah sidang parlemen. ”Saya berniat untuk menjalankan tugas itu sampai waktunya tiba.”

Beberapa analis memperingatkan bahwa pemerintahan Kan bisa jatuh lebih cepat. Ia adalah perdana menteri kelima Jepang sejak 2006 dan tidak mempunyai calon pengganti yang jelas. Kan menjabat sebagai perdana menteri sejak Juni 2010. Politik Jepang sarat dengan persaingan keras, apalagi saat berhadapan dengan Partai Demokrat Liberal Jepang.

(AP/Reuters/DI)

Komentar :
Pengunduran DIRI itu khan di Jepang dan Jepang bukan Indonesia.
Hanya urusan sumbangan segitu jabatan dipertaruhkan untuk mundur.
Di Negaraku Rp 50 milyard masih tetap utuh tidak mau bergerak mundur



Matsumoto Menlu Baru Jepang

Liputan6.com, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Naoto Kan akan menunjuk Sekretaris Luar Negeri Takeaki Matsumoto menjadi menteri luar negeri, menggantikan Seiji Maehara yang mengundurkan diri karena skandal keuangan.

Matsumoto menerima tawaran Kan untuk jabatan itu pada Selasa malam (8/3), kata sumber dekat perdana menteri, seperti dilaporkan Kyodo.

Kan mengatakan kepada wartawan Selasa sore, bahwa ia tidak perlu waktu lama dalam memilih pengganti Maehara. Upacara pelantikan menteri baru dijadwalkan berlangsung Rabu sore ini (9/3) di Istana Kekaisaran.

Seiji Maehara mengundurkan diri atas skandal keuangan pada awal pekan ini. Pengunduran dirinya diresmikan Senin, setelah ia mengaku menerima sumbangan politik dari seorang wanita Korea Selatan yang tinggal di Kyoto. (ANT/MLA)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20110309/twl-matsumoto-menlu-baru-jepang-7dafc38.html

Senin, 07 Maret 2011

Kasih Seorang Ibu


Saat kau berusia 1 tahun

Dia Menyuapi dan memandikanmu...
Namun sebagai balasannya engkau menangis sepanjang malam...


Saat kau berusia 2 tahun

Dia mengajarimu berjalan..
Namun Sebagai balasannya engkau kabur saat dia memanggilmu...


Saat kau berusia 3 tahun

Dia membuatkan semua makananmu dengan penuh kasih sayang...

Namun sebagai balasannya engkau buang piring berisi makanan itu ke lantai...


Saat kau berusia 6 tahun

Dia mengantarkan engkau ke Taman Kanak-Kanak ..

Namun sebagai balasannya engkau menangis selama di sekolah...


Saat kau berusia 9 tahun

Dia Membayar mahal untuk les-les dan bimbingan belajarmu..

Namun sebagai balasannya engkau sering membolos dan sama sekali tidak mau latihan dan malas belajar...


Saat kau berusia 15 tahun

Dia ingin memelukmu dan menunjukkan rasa sayangnya kepadamu..

Namun sebagai balasannya engkau engkau kunci pintu kamarmu...


Saat kau berusia 17 tahun

Dia sedang menelfon seseorang karena urusan penting...

Namun sebagai balasannya engkau pakai telefon teman-temanmu nonstop semalaman dengan hal-hal yang tidak penting...


Saat kau berusia 18 tahun

Dia menangis terharu ketika melihat engkau lulus SMA...

Namun sebagai balasannya engkau berpesta dan bermabuk-mabukkan sampai pagi..


Saat kau berusia 19 tahun

Dia membiayai kuliahmu dan mengantarkan engkau ke kampus di hari pertama...

Namun sebagai balasannya engkau minta turun jauh dari pintu gerbang kampus agar engkau tidak malu di depan teman-temanmu..


Saat kau berusia 22 tahun

Dia memelukmu dengan haru saat kau lulus dari perguruan tinggi...
Namun sebagai balasannya engkau cuek pada dia karena banyak teman-temanmu melihat...


Saat kau berusia 24 tahun

Dia bertemu tunanganmu dan bertanya tentang rencanamu di masa depan..

Namun sebagai balasannya engkau mengeluh pada dia dan berkata, "Aduh, bagaimana Ibu ini..kok tanya seperti itu ???"


Saat kau berusia 25 tahun

Dia membantu membiayai pernikahamu..

Namun sebagai balasannya engkau tidak mengucapkan terima kasih dan malah kontrak rumah . . . .


Saat kau berusia 30 tahun

Dia menberi nasehat bagaimana merawat bayimu...

Namun sebagai balasannya engkau katakan padanya, "Ibu sekarang jamannya udah berbeda..ga kayak aku dulu....."

Saat kau berusia 40 tahun

Dia sakit-sakitan dan memerlukan perhatian, kasih sayang, dan perawatan darimu...
Namun sebagai balasannya engkau kirim dia ke Panti Jompo

Dan sampai suatu hari dia meninggalkan engkau untuk selama-lamanya..

Barulah engkau sadar dan teringat akan semua hal yang belum pernah engkau lakukan untuknya...



Moral From this Reflextion....

Jika beliau masih ada,

janganlah lupa memberikan kasih sayangmu lebih besar dari apa yang pernah mereka berikan selama ini...

Dan jika mereka sudah tiada...

Ingatlah selalu kasih sayang dan cinta yang tulus tanpa syarat apapun padamu...


Minggu, 06 Maret 2011

Kacang Ojo Lali Karo Kulite




Filosofi Jawa ini bisa diartikan sebagai berikut, “Sesuatu yang ada itu jangan pernah melupakan darimana dia berasal”. Filosofi tersebut mempunyai makna yang dalam dan teramat luas. Jangan berusaha melupakan asal usulmu. Dan filosofi ini cenderung telah terlupakan bahkan oleh orang Jawa sendiri. Banyak hal yang sering saya jumpai di sekitar. Saya akan coba njelentrehke merunut dari apa yang saya tahu dan warisi. Baik dari kebudayaan yang saya warisi maupun dari agama yang saya anut.

Banyak orangtua yang memberi nama untuk anaknya dengan mengambil referensi dari negara lain, misal Arab, Inggris, Amerika, dan lain lain. Memang benar nama adalah doa. Tapi bukankah bahasa Tuhan adalah bahasa universal yang berarti mempunyai makna dari rumpun bahasa manapun? Yang bisa dimaknakan, orang bisa memberikan doa kepada anaknya lewat pemberian nama dari rumpun bahasa manapun juga. Pemberian nama Jawa sudah mulai ditinggalkan. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa nama Jawa terlalu ndeso dan wagu. Sebenarnya adalah karena orang terlalu mudah mengkultuskan kebudayaan bangsa lain-lah yang mengakibatkan orang juga mudah merendahkan kebudayaan bangsa sendiri.

Pudarnya kebudayaan berbahasa Jawa yang baik dan benar, dengan menggunakan Kromo dan Kromo Inggil. Sudah sangat jarang sekali saya jumpai orang yang pandai berbahasa jowo kromo dan jowo kromo inggil bahkan di lingkup daerahnya sendiri. Itu baru orangtua, belum yang anak dan muda mudi. Apalagi menuliskannya dalam bentuk aksara Jawa. Orangtua bahkan sistem pendidikan sekarang cenderung menitikberatkan pada bahasa Indonesia (sebab memang merupakan bahasa nasionalisme kita) dan bahasa asing (Inggris dan Arab). Tapi bahasa Jawa?
Tumpengan

Mulai dihilangkannya ritual dalam kebudayaan Jawa seperti nyadran, kenduri, tumpengan, dan masih banyak lagi. Jika ada beberapa golongan yang menilainya sebagai sebuah bentuk kemusyrikan (keingkaran kepada Tuhan), saya cenderung menyanggah pendapat tersebut. Tradisi nyadran merupakan simbol adanya hubungan dengan para leluhur, sesama, dan Yang Mahakuasa atas segalanya. Nyadran merupakan sebuah pola ritual yang mencampurkan budaya lokal dan nilai-nilai Islam, sehingga sangat tampak adanya lokalitas yang masih kental Islami. Budaya masyarakat yang sudah melekat erat menjadikan masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari kebudayaan itu. Dengan demikian tidak mengherankan kalau pelaksanaan nyadran masih kental dengan budaya Hindhu-Buddha dan animisme yang diakulturasikan dengan nilai-nilai Islam oleh Wali Songo. Secara sosio-kultural, implementasi dari ritus nyadran tidak hanya sebatas membersihkan makam-makam leluhur, selamatan (kenduri), membuat kue apem, kolak, dan ketan sebagai unsur sesaji sekaligus landasan ritual doa. Nyadran juga menjadi ajang silaturahmi keluarga dan sekaligus menjadi transformasi sosial, budaya, dan keagamaan. Kenduri adalah perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dan sebagainya, dengan menujukan doanya kepada Tuhan dalam kepercayaan masing-masing. Nyadran dan kenduri merupakan ekspresi dan ungkapan kesalehan sosial masyarakat di mana rasa gotong- royong, solidaritas, dan kebersamaan menjadi pola utama dari tradisi ini. Ungkapan ini pada akhirnya akan menghasilkan sebuah tata hubungan vertikal-horizontal yang lebih intim. Dalam konteks ini, maka akan dapat meningkatkan pola hubungan dengan Tuhan dan masyarakat (sosial), sehingga akhirnya akan meningkatkan pengembangan kebudayaan dan tradisi yang sudah berkembang menjadi lebih lestari.

Dalam konteks sosial dan budaya, keduanya dapat dijadikan sebagai wahana dan medium perekat sosial, sarana membangun jati diri bangsa, rasa kebangsaan dan nasionalisme (Gatot Marsono).

Dalam prosesi ritual atau tradisinya kita akan berkumpul bersama tanpa ada sekat-sekat dalam kelas sosial dan status sosial, tanpa ada perbedaan agama dan keyakinan, golongan ataupun partai. Tumpengan adalah ritual selamatan dengan menyajikan (nasi) tumpeng sebagai makanan utamanya. Tumpeng disini bentuknya mengerucut ke atas menuju pucuk cabe yang mengandung filosofi memohon doa menuju 1 titik ialah Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa kesemuanya adalah kepunyaan Tuhan dan kepada Dia-lah kita akan kembali.

Sungguh ironis memang apabila manusia yang dilahirkan di suatu daerah namun tidak memahami bahkan cenderung melupakan kebudayaan asli dari daerah tempat dimana dia dilahirkan. Melupakan apa yang sudah dia dapatkan di daerah itu dan malah memuja kebudayaan dari tempat lain yang terkadang malah tidak sesuai dengan budaya ketimuran sendiri. Cenderung meninggalkan sejarah yang telah membentuk fisik rohani semenjak dia lahir. Melupakan sejarah yang telah membentuk kepribadian ketimuran asalnya.

Maka sudah seyogyanya kebudayaan ketimuran bangsa sendiri itu dijunjung serta diuri-uri, dilestarikan keberadaannya. Untuk apa memuja kebudayaan bangsa lain yang belum tentu itu baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah jati diri kebangsaan negeri sendiri. Yang pasti bukan menjadi bayangan saya apabila kebudayaan bangsa sendiri ini di kemudian hari menjadi hilang lenyap tergerus kebudayaan bangsa lain. Jangan sampai kebudayaan daerah yang merupakan identitas diri manusia menjadi hilang dan dianggap sudah tidak penting lagi. Semoga dengan merenung ini, kita semua bisa mengerti dan memahami filosofi dari “Kacang Ojo Lali Karo Kulite”.

Sabtu, 05 Maret 2011

Tujuh Pelaku Pengeroyok Ditahan Polisi

Wagino
CILACAP, (CIMED) –

Tujuh anggota geng anak punk tersangka pengeroyokan ditahan Kepolisian Resor Cilacap sejak sepekan.

Mereka ditahan sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pemuda harus dirawat di RSUD Cilacap karena mengalami luka serius.

Ketujuh tersangka masih berstatus pelajar SMK dan SMP.

Sedangkan korban pengeroyokan diketahui bernama Lukman Fajar Mustakim, warga Jalan Nusa Indah No.8 Kelurahan Sidakaya, Cilacap Selatan.

Korban mengalami luka parah pada bagian kepala hingga saat ini masih dirawat di RSUD Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Rudi Darmoko melalui Kasubbag Humas Polres Cilacap AKP Siti Khayati mengatakan, pihaknya menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto untuk mendampingi pelaku yang masih dibawah umur.

“Untuk menjalani proses hukum selanjutnya, para pelaku yang masih dibawah umur didampingi oleh Bapas untuk mendapat bimbingan,” kata Kasubbag Humas, Kamis (03/03/2011).

Menurut Siti, kejadian itu bermula saat korban hendak pergi ke RSUD Cilacap. Ditengah perjalanan korban menyalip rombongan pelaku.

Para pelaku tak terima saat korban menyalip iring-iringan tersangka.

Mereka pun mengejar korban menuju RSUD Cilacap.

Setelah berhasil mengejar korban yang baru tiba di halaman parkir RSUD, para pelaku kemudian melakukan pengeroyokan dengan sejumlah senjata tumpul berupa besi dan aluminium batangan serta balok kayu.

Setelah puas menganiaya korban hingga tersungkur, para pelaku membawa kabur sepeda motor korban dan menyembunyikan di areal kebun kosong.

Aparat kepolisian yang menerima laporan kejadian ini tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus para pelaku pengeroyokan.

Para pelaku segera ditangkap karena korban mengenali salah satu pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku kini harus berurusan dengan polisi. Ketujuh tersangka ini dijerat pasal 170 KUHP tentang pengerusakan disertai kekerasan.

Ancaman atas tindakan yang dilakukan pelaku tersebut adalah penjara lima tahun.

Secara terpisah, pembimbing Bapas Purwokerto, Darmei Astuti meminta kepada para orang tua untuk mengawasi dengan ketat pergaulan anaknya agar tidak terpengaruh masuk anggota genk yang sering meresahkan masyarakat.

“Sehingga kasus seperti pengeroyokan seperti ini tidak terulang kembali,” kata Darmei.

Dia menambahkan, para pelaku yang masih dibawah umur kemungkinan akan diberikan hukuman percobaan.

“Mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya,” imbuhnya.

Tiga Kapolsek Dan Tiga Kasat Diganti

Oleh Wagino
Sabtu, 05 Maret 2011 10:21

CILACAP, (CIMED) –
Tiga Kapolsek dan tiga Kasat dijajaran Kepolisian Resor Cilacap diganti.
Acara serah terima jabatan (Sertijab) dilaksanakan di Aula Mapolres Cilacap, Sabtu (05/03/2011).
Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Cilacap, AKBP Rudi Darmoko.

Kapolsek yang diganti yakni Kapolsek Kroya yang semula dijabat oleh AKP Edhi Purwanto digantikan oleh AKP Noor Yadhi.
Kapolsek Cipari dari AKP Noor Yadi digantikan oleh AKP I Made Artana.
Sedang Kapolsek Majenang dari AKP Setiadi kepada AKP Sartono.

Sedangkan jabatan Kasat yang diganti yakni Kasat Reskrim yang sebelumnya dijabat oleh AKP Jiman diserahkan kepada AKP Edhi Purwanto.
Kasat Samapta dari AKP Riyanto kepada AKP Sumarno.
Kasat Lantas yang semula dijabat AKP Aloysius Umbu Tellu diganti oleh AKP Deddy Foury Millewa.

Sementara AKP Aloysius Umbu Tellu menempati jabatan baru sebagai Kapolsek Klampok Polres Banjarnegara dan AKP Jiman alih tugas sebagai Kasubbag Sarpras Polres Cilacap.
Kemudian AKP Riyanto yang semula menjabat sebagai Kasat Samapta menempati jabatan baru sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Polres Cilacap.

Dalam sambutannya, Rudi Darmoko mengatakan kepada Kapolsek dan Kasat baru untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan.

“Pergantian jabatan ditubuh Polri merupakan hal biasa.
Pergantian dilakukan untuk penyegaran dan evaluasi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas kerjasamanya selama menjabat,” katanya.

Dia menambahkan, agar Ibu Bhayangkari juga harus memberikan dukungan kepada suaminya yang mengemban tugas dan jabatan baru tersebut.

ketika terpuruk

Saya pernah, kamu pernah, semua pernah terpuruk. Reaksi orang akan berbeda-beda menerima kenyataan yang dia hadapi dan orang-orang sekelilingnya yang ketika mereka berhadapan untuk memberikan dukungan atau mendengarkan cerita.


Buat saya, ketika saya sedang terpuruk, sedih, ataupun putus asa, yang saya perlukan adalah didengarkan. Saya pikir, orang lain pun begitu. Cukup mendengarkan saja. Saya menghindari elusan punggung, remasan tangan, bahkan kalimat, "sabar, ya." Ketika seseorang bercerita, bahkan sesunggukkan nangis di hadapan saya.

Bahasa tubuh saya pun turut bertutur ketika mendengarkan curhatan seseorang. Saya akan menghindari tangan sedekap, menopang dagu, mengetuk-ngetuk jari ke meja atau kemanapun. Menyilangkan kaki pun saya hindari. Tubuh saya akan berbahasa tangan terbuka, condong ke arah pencurhat, dan jemari saya akan bermain ketika saya merasa geram, takut, atau terkejut. Biasanya saya lakukan adalah mengepal, membentuk bersilang seperti sedang berdoa, atau menutup mulut ketika terkejut. Yang penting saya menghindari kontak fisik dengan si pencurhat, sampai ia mendekatkan diri kepada saya.

Kenapa? Buat saya pribadi, mengelus pundak atau punggung sebagai bahasa tubuh itu berarti "aduh kasihan kamu", dan meremas tangan tidak lain dari "thanks God bukan gue yang kayak gitu", atau tiba-tiba memeluk adalah bentuk "ya ampun! Nasibmu."

Bukan, bukan itu yang mereka mau. Lain soal kalau saya dan dia sedang makan siang bersama, lalu telponnya berdering mengabarkan sanak keluarga dekatnya meninggal. Pelukan adalah hal yang mereka perlukan.

Ini adalah ketika mereka berbicara tentang masalah mereka yang telah lalu namun belum juga terselesaikan, atau saya dalam posisi baru tahu bahwa sahabat saya telah bercerai dengan suaminya 2 tahun ini. Apalah saya harus melakukan physical attraction kepada sahabat yang ternyata memendam keterpurukannya, sampai dia meminta untuk disentuh.

Satu lagi yang saya hindari ketika mereka bercerita tentang keterpurukannya adalah berkata "sabar ya.." [apalagi embel-embel "orang sabar sayang Tuhan", kayaknya engga banget ya]. Alasan saya adalah, bahwa saya tau dengan kondisi dia seperti itu, kurang sabar apalagi dia sebagai manusia. Buat saya, tidak lebih dari kalimat, "sorry to hear your story, life is that hard to you, but, life should continue, rite?" membawa aura positif dan semangat buat sahabat [bahkan saya juga!] ketika mereka [saya] dalam keterpurukan.

Hindari memberi saran kecuali diminta. Itupun saran yang tidak memihak. Semisal, sahabat saya yang bingung apakah harus menceraikan suaminya karena dia menjadi breadwinner. Tentunya saya tidak semena-mena karena dia perempuan maka saya bilang "cerein aja, laki2 kok gitu." Tidak, tetapi saya mengembalikan kepada dia, "dulu lo nikahin dia gimana, tau kondisi dia kayak gini kan, ada exit strategi yg pernah dipikirkan atau kasih waktu smp kapan dia mau berubah atau tidak?" Sependek pengalaman saya untuk kasus seperti ini, mereka berpikir ulang, "napa dulu mau nikahin ni orang ya?" dan biasanya mereka punya rencana sendiri yang akhirnya syukur Alhamdulillah berhasil.

Kalimat saran [yg diminta] lainnya adalah, "dulu lo coba...".. nah, jangan deh. Tambah nyesel, tambah terpuruk nanti yang minta nasihat kepada kita.

If I'm in a slump, I ask myself for advice.
Ichiro Suzuki [atlet baseball]